Cara Setting VoIP~Packet Tracer||Materi Semester Gasal TKJ

Cara setting VOIP di Packet Tracer

    Oke sekarang kita akan mencoba untuk setting VOIP di packet Tracer.
   

Sekarang kita memulai langkah langkahnya :

  • Buka software cisco packet tracer.


  • Lalu Buatlah sebuah router 281.
( pastikan Anda menggunakan router jenis ini, karena hanya router jenis ini yang menyediakan fungsi IP phone).


  • Buatlah sebuah switch dengan menggunakan switch 2960 .
  
  • Buatlah IP phone 
(Dengan menggunakan 3 IP phone ).


  • Selanjutnya Sambungkan IP phone Ke switch, dan juga dari switch ke router. Semuanya menggunakan kabel jenis straigh-trough.


  • Lalu  colokkan power adapter pada masing – masing Ipphone.
( caranya dengan meng klik Ipphon kemudian drag power ke portnya).
Tahapan Konfigurasi :

    Setting IP Address router.
    Setting IP DHCP Pool.
    Setting telephony service pada router.
    Setting Vlan Voice 1 di switch.
    Setting Dial number di Router.
    Menyalakan IP Phone.
    Melakukan panggilan.


Setting IP Address router

Klik pada router, pilih Tab CLI kemudian ketikan perintah berikut :

Continue with configuration dialog? [yes/no]: n
Press RETURN to get started!
Router>enable
Router#configure terminal 
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown 
Router(config-if)#exit

 

Setting IP DHCP

Masih pada mode konfigurasi CLI router, ketik perintah berikut :


Router(config)#ip dhcp pool VOICE
Router(dhcp-config)#default-router 192.168.1.1
Router(dhcp-config)#network 192.168.1.0 255.255.255.0
Router(dhcp-config)#option 150 ip 192.168.1.1
Router(dhcp-config)#exit
Router(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.1.1

Pada perintah diatas "ip dhcp pool VOICE" artinya membuat sebuah DHCP service dengan nama "VOICE". 

Perintah "default-router 192.168.1.1" untuk menset alamat tsb sebagai gateway.

Perintah "network 192.168.1.0 255.255.255.0" untuk menset network dan subnetmask untuk DHCP. 
Perintah "option 150 ip 192.168.1.1" untuk menset option 150 untuk ip tsb (option untuk memberikan alamat ip dari daftar TFTP server) 
Perintah "ip dhcp excluded-address 192.168.1.1" untuk mengeluarkan alamat 192.168.1.1 (router) agar ketika ada DHCP request, ip tidak diberikan ke DHCP client sehingga tidak terjadi conflict.

 

    Setting Telephony service


    Lanjut konfigurasi telephony service ada router, ketik perintah berikut :

    Router(config)#telephony-service  
    Router(config-telephony)#max-dn 5
    Router(config-telephony)#max-ephones 5
    Router(config-telephony)#ip source-address 192.168.1.1 port 2000 
    Router(config-telephony)#auto assign 1 to 5 
    Router(config-telephony)#auto assign 4 to 6
    Router(config-telephony)#exit
    Router(config)#
       
    1. pada perintah diatas "max-dn 5" untuk menentukan max jumlah dial number.
    2. perintah "max-ephones 5" untuk menset jumlah IP Phone yang dapat ter-register dalam satu waktu.
    3. perintah "network 192.168.1.0 255.255.255.0" untuk menset network dan subnetmask untuk DHCP.
    4. perintah "ip source-address 192.168.1.1 port 2000" untuk menset ip router lokal dan port layanan komunikasi.

    Setting Voice Vlan 1 di switch

    Pada konfigurasi ini kita akan men-set port untuk mengakses vlan voice, Klik pada Switch, pilih Tab CLI kemudian ketikan perintah berikut :

    Press RETURN to get started!
    Switch>enable
    Switch#configure terminal
    Switch(config)#interface range fastEthernet 0/1 - 5
    Switch(config-if-range)#switchport mode access
    Switch(config-if-range)#switchport voice vlan 1
    Switch(config-if-range)#exit
    Switch(config)#exit
    Switch#copy running-config startup-config  Destination filename [startup-config]? (enter) Building configuration... [OK]


    1. pada perintah diatas "interface range fastEthernet 0/1 - 5" untuk melakukan konfigurasi pada beberapa interface sekaligus.
    2. perintah "switchport mode access" untuk masuk ke mode access switch.
    3. perintah "switchport voice vlan 1" untuk menset interface 0/1 - 0/5 untuk mengakses voice vlan 1.


    Setting Dial number di Router

    Klik kembali pada router, buka mode konfigurasi CLI, ketikan perintah berikut :
     
    Router(config)#ephone-dn 1  
    Router(config-ephone-dn)#number 1001  
    Router(config-ephone-dn)#exit

    Karena kali ini kita menambahkan 3 IP Phone, lakukan kembali konfigurasi dial number untuk ephone-dn 2 dan ephone-dn 3 :

    Router(config)#ephone-dn 2  
    Router(config-ephone-dn)#number 1002  
    Router(config-ephone-dn)#exit
    Router(config)#ephone-dn3  
    Router(config-ephone-dn)#number 1002  
    Router(config-ephone-dn)#exit  
    Router(config)#exit
    Router(config)#copy running-config startup-config
    Destination filename [startup-config]? (enter)
    Building configuration...
    [OK]

    Menyalakan IP Phone

          
          Sampai sejauh ini langkah konfigurasi sudah selesai, yang perlu kita lakukan sekarang adalah menyalakan IP Phone dengan meng-klik IP Phone, pilih mode Physical kemudian hubungkan adaptor ke power chord IP Phone dengan cara Drag n Drop.Hubungkan adaptor pada semua IP Phone, setelah power dihubungkan, IP Phone akan mulai menyala dan melakukan konfigurasi dengan melakukan DHCP Request dan mencari server yang menyediakan DHCP server/telephony service terdekat di jaringan tersebut. seting didapat dari server melalui TFTP server.
          Untuk melihat IP Phone yang telah terkonfigurasi, klik IP Phone dan buka mode GUI, maka akan terlihat nomor telepon yang telah kita alokasikan.

    Melakukan Panggilan

         Untuk melakukan panggilan dari IP Phone, klik pada salah satu IP Phone, kemudian buka mode GUI dan masukan nomor telepon yang dituju dan tekan enter atau klik pada gagang telpon dan telpon dengan nomor yang dituju akan mulai menyala dan berdering


          Tekan enter atau klik pada gagang telpon untuk menerima panggilan. keterangan connected berarti telpon sudah salih terhubung.

    Standar Komunikasi~Tugas OSI Layer||Materi Kelas IX TKJ Semester Gasal

     Komunikasi Data : Standar Komunikasi


       Jaringan telekomunikasi dirancang untuk melayani berbagai macam pengguna, yang menggunakan berbagai macam perangkat yang berasal dari vendor yang berbeda. Untuk merencanakan dan membangun suatu jaringan secara efektif diperlukan suatu standar yang menjamin interoperability, compatibility, dan kinerja yang dipersyaratkan secara ekonomis. Suatu standar yang terbuka (open standard) diperlukan untuk memungkinkan interkoneksi sistem, perangkat maupun jaringan yang berasal dari vendor maupun operator yang berbeda.

    Standar Organisasi

         Siapa sajakah yang berpengaruh besar terhadap jaringan komputer, terutama sebuah organisasi atau perusahaan yang mempunyai kendali dan mengatur semua tentang jaringan?

    1.Internet Engineering Task Force (IETF).

         Merupakan badan dunia yang menjadi kunci di balik perkembangan Internet, yang biasa mengambil jalan demokratis, terbuka, open standard, praktis dalam mengadopsi yang terbaik yang ada di lapangan, dan yang lebih penting lagi IETF lebih cepat berkembang dan terkenal dalam komunikasi data dan Internet. Cukup masuk akal karena IETF memang besar bersama Internet dan protokol IP.

    2.International Telecommunications Union (ITU) 

         Merupakan tempat berkumpulnya para regulator telekomunikasi dan operator telekomunikasi (termasuk Telkom, Telkomsel  & Indosat) yang secara tradisional akan memilih jalur formal, resmi dan sangat top down.

    3.International Standards Organization (ISO) 

         Merupakan sebuah badan multinasional yang didirikan tahun 1947 yang bernama International Standards Organization (ISO) sebagai badan yang melahirkan standar – standar aspek dengan model OSI. OSI adalah open system interconnetion yang merupakan himpunan protokol yang memungkinkan terhubungnya 2 sistem yang berbeda yang berasal dari underlying archeticture yang berbeda pula.

    4.American National Standards Institute (ANSI) 

         Merupakan sebuah kelompok yang mendefinisikan standar Amerika Serikat untuk industri pemrosesan informasi. ANSI berpartisipasi dalam mendefinisikan standar protokol jaringan dan merepresentasikan Amerika Serikat dalam hubungannya dengan badan-badan penentu standar International lain, misalnya ISO. Ansi adalah organisasi sukarela yang terdiri atas anggota dari sektor usaha, pemerintah, dan lain-lain yang mengkoordinasikan aktivitas yang berhubungan dengan standar, dan memperkuat posisi Amerika Serikat dalam organisasi standar nasional. ANSI membantu dalam hal komunikasi dan jaringan. ANSI adalah anggota IEC dan ISO.

    5.Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 

      Merupakan organisasi nirlaba internasional, yang merupakan asosiasi profesional utama untuk peningkatan teknologi. Sebelumnya IEEE merupakan kepanjangan dari Institute of Electricaland Electronics Engineers. Namun berkembangnya cakupan bidang ilmu dan aplikasi yang diperdalam organisasi ini membuat nama tersebut dianggap tidak relevan lagi, sehingga IEEE tidak dianggap memiliki kepanjangan lagi, tetapi hanya sebuah nama yang dieja sebagai Eye-triple-E.

    6.Electronic Industries Association (EIA) 

         Merupakan organisasi perusahaan elektronik nasional Amerika Serikat dan anggota asosiasi dagang ANSI. Komite TR30 bertanggung jawab untuk pengembangan dan perawatan standar industri untuk antarmuka antara peralatan pemrosesan data dan komunikasi data. Ini termasuk antarmuka 1 lapis, antarmuka antara mesin pengguna dengan modem, konverter sinyal, kualitas pada antarmuka, dan keceptan pensinyalan. Komite ini bertanggung jawab untuk pengembangan antarmuka RS-232-C EIA yang merupakan standar industri sekarang (ini mirip dengan antarmuka V.24 standar CCITT). Komite TR30 disajikan dalam Subkomite ANSI X3S3 dalam transmisi data.


    7.Federal Communications Commision's (FCC) 

         Merupakan sebuah organisasi pemerintahan yang dibentuk oleh Federal Communication Act pada tahun 1934 di Amerika. Organisasi ini mempunyai hak pengaturan telekomunikasi meliputi radio, video, telepon dan komunikasi satelit.
         Ternyata di balik perkembangan teknologi yang pesat dan perkembangan jaringan di dunia, semua itu tidak lepas dari peranan organisasi-organisasi di atas.

    Standar OSI

         OSI (Open Systems Interconnections) adalah sebuah standar untuk model jaringan yang di ciptakan oleh ISO (International Standards Organization) bekerja sama dengan organisasi lain seperti ITU (International Telecommunications Union), EIA (Electronic Industries Association), dan lain-lain. Standar OSI dibuat agar perangkat/platform dari berbagai pabrikan dapat berkomunikasi karena pada masa itu belum ada model baku dari jaringan yang dapat berkomunikasi antar platform dengan pabrikan yang berbeda.
         Dalam komunikasi data terdapat tata cara atau prosedur yang harus diikuti oleh dua atau lebih sistem komputer yang saling berkomunikasi. Prosedur ini dikenal dengan istilah protokol. Protokol komunikasi data didefinisikan sebagai prosedur atau peraturan yang mengatur operasi peralatan komunikasi data.
         Sebenarnya sudah terdapat berbagai macam protokol yang digunakan oleh perusahaan pembuat peralatan komunikasi atau sistem komputer. Protokol ini pada awalnya didefinisikan sendiri oleh pabrik pembuatnya dan dikenal sebagai proprietary protocol. Protokol semacam ini tidak dapat saling berhubungan karena berbeda antara pabrik satu dengan pabrik lainnya. Dalam perkembangan protokol komunikasi data digunakan suatu model atau arsitektur jaringan. Arsitektur jaringan merupakan sebuah bagan yang digunakan untuk mengatur bagaimana perangkat keras dan perangkat lunak dapat membentuk jaringan komputer. Dalam arsitektur jaringan didefinisikan pembagian fungsi komunikasi, protokol, pembakuan dan format pesan yang harus dipatuhi perangkat keras maupun lunak sehingga dapat berbagi data, sumber daya dan program. Arsitektur juga memungkinkan berbagai sistem dipadukan. Arsitektur jaringan yang dikembangkan oleh ISO ini dikenal sebagai model OSI 7 Layer. Karena Model OSI membagi protokol untuk komunikasi data atas 7 lapisan atau layers, pembagian tujuh lapisan pada OSI bertujuan agar :
         Mempermudah administrasi dan standardisasi. Walaupun protokolnya kompleks tetapi fungsi tiap layer dapat dimodularisasikan sehingga mudah ditanggulangi.
         Kendali menggunakan layer memungkinkan komunikasi antar peralatan tanpa melihat pabrik pembuat peralatan tersebut. Standardisasi paling banyak berlaku pada layer yang rendah dan makin berkurang pada layer atas. Layer application hampir tidak ada standardisasinya.
         Membuat kerangka agar sistem atau jaringan yang mengikutinya dapat saling tukar informasi (pesan, paket dan address), sehingga tidak bergantung pada merk dan model komputer atau peralatan lainnya.

         Setiap layer berfungsi independent tetapi dari masing-masing layer tergantung dari keberhasilan operasi layer sebelumnya. Open system ini bertujuan agar dapat terjalin kerja sama antara peralatan dari pabrik dan rancangan (design) yang berbeda dalam hal :
    • Koordinasi berbagai macam kegiatan seperti komunikasi antar proses.
    • Penyimpanan data
    • Manajemen dari sumber serta proses
    • Keandalan dan kamanan (security) dari sistem
    • Software support

    Penjelasan Tujuh Layer OSI


     1.Layer OSI Ke-1 : Lapisan Fisik (Physical Layer)

            Lapisan ini menangani operasi-operasi yang berkaitan langsung dengan medium fisik seperti kabel, WiFi, Modem dan sebagainya. Data mentahnya berbentuk sinyal-sinyal listrik. Data bit dikirim berupa 1 (satu) dan 0 (nol). Nol (0) berhubungan dengan sinyal tegangan rendah dan satu (1) berhubungan dengan sinyal tegangan tinggi. Lapisan ini mempengaruhi kecepatan komunikasi karena menentukan fungsi dan karakteristik mekanik maupun sinyal listrik yang diperlukan untuk membentuk, menjaga dan melepaskan serta mengatur sambungan fisik antar titik (node) dalam jaringan.
            Lapisan ini hanya digunakan sebagai penyedia jalur transmisi saja tanpa bertanggung jawab jika terjadi kerusakan data. Lapisan ini tidak mendefinisikan media transmisi secara detail, tetapi hanya mendefinisikan bagaimana pola bit-bit dikodekan menjadi sinyal-sinyal yang ditransmisikan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah Ethernet, FDDI (Fiber Distributed Data Interface), ISDI, dan ATM

    2.Layer OSI Ke-2 : Lapisan Datalink (Datalink Layer)

            Tanggung jawab lapisan ini adalah transmisi data melalui media komunikasi. Nol (0) dan satu (1) yang digunakan pada komunikasi dikelompokkan dalam enkapsulasi logis. Enkapsulasi tersebut disebut frame. Lapisan ini bertugas mengatur hubungan antara pengirim dan penerima sehingga keduanya dapat berkomunikasi, menjamin agar data atau informasi yang dikirimkan sampai di tempat tujuan dalam keadaan baik, menerima paket data, membuat data frame dan mengolah konformasi dari penerima. Informasi dikirim ke jaringan dalam bentuk frame yang sesuai dengan protokol yang digunakan. Datalink mengadakan error control yaitu mendeteksi dan memperbaiki data sehingga user mendapatkan data yang bebas dari error. Perbaikan error biasanya dilakukan dengan meminta pengiriman frame yang hilang atau terganggu logiknya. Kalau data yang masuk ke lapisan ini terlalu besar, maka data tersebut akan dipecah menjadi beberapa frame. Ketika lapisan ini menerima pesan yang akan ditransmisikan, maka lapisan ini akan mengubah pesan tersebut menjadi unit-unit yang lebih kecil yang biasa disebut paket data.

    3.Layer OSI Ke-3 : Lapisan Jaringan (Network Layer)

            Ketika sebuah paket data ingin mencapai tujuan tertentu, maka paket data tersebut harus melintas melalui lapisan ini. Lapisan ini mengendalikan aliran paket data yang akan dibawa ke penerima. Lapisan ini menentukan jalan yang harus ditempuh oleh paket data berdasarkan ketentuan atau fasilitas yang dikehendaki oleh Transport Layer. Routing dan switching untuk mencapai tujuan dilakukan di lapisan ini. Proses meneruskan sebuah paket data ke alamat suatu jaringan disebut routing. Sedangkan hardware yang melakukan proses routing disebut router.
            Terkadang sebuah jaringan tidak hanya terdiri dari jaringan lokal saja, tetapi bisa terdiri dari beberapa segmen. Jaringan yang terdiri dari beberapa segmen disebut dengan internetwork. Jika terkoneksi dengan internetwork maka harus ada mekanisme yang dapat mempercepat transmisi data antar node, yaitu dengan mengidentifikasi address jaringan. Ketika sebuah pesan akan ditransmisikan, maka lapisan ini akan menambahkan sebuah header yang berisi alamat asal (source address) dan alamat tujuan (destination address). Informasi alamat tujuan digunakan untuk mengirimkan pesan ke alamat jaringan yang dituju. Setelah pesan sampai ke jaringan tujuan dengan benar, maka datalink akan mentransmisikan pesan tersebut ke alamat node tujuan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah DDP (Delivery Datagram Protocol), Net BEUI, ARP, dan RARP (Reverse ARP).

    4.Layer OSI Ke-4 : Lapisan Transportasi (Transport Layer)

            Lapisan ini bertugas untuk memastikan kualitas dan kehandalan komunikasi. Switching paket data sepenuhnya ditangani pada lapisan ini. Ada dua jenis paket switching yaitu Connectionless Packet Switching dan Connection Oriented Packet Switching. Lapisan ini mengatur bagaimana data atau informasi akan dibawa ke tempat tujuan dengan memilih fasilitas pengiriman melalui sistem transmisi. Lapisan ini memberikan kendali end-to-end sehingga tingkat kehandalannya tinggi. Pelayanan yang diberikan akan menjadi baku, apapun karakteristik jaringannya.
            Transport layer akan memecah sebuah data yang berukuran besar menjadi beberapa frame dengan maksud agar :
    -       Jika data yang dikirimkan dalam jumlah besar, maka kemungkinan data tersebut akan memonopoli media transmisi sehingga data lain tidak bisa memakai media tersebut sampai data tadi selesai ditransmisikan.
    -       Jika dimisalkan data yang dikirim sebesar 100 Kb dan ketika ditransmisikan terjadi suatu kesalahan, maka data sebesar 100 Kb tersebut harus dikirim ulang sebesar 100 Kb juga.
    Jika data 100Kb tersebut dipecah per 1 Kb dan terjadi error dalam pengirimannya sebesar 1 Kb, maka data yang akan dikirim ulang hanya data sebesar 1 Kb yang hilang atau rusak tersebut.
    Lapisan ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara pengirim dan penerima. Selain itu juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error sekaligus memperbaikinya. Lapisan ini juga dilengkapi dengan Service Access Point (SAP) ID, artinya setiap file yang akan dikirim diberi identitas. Setelah file tersebut sampai di tujuan, maka file-file tersebut akan disusun kembali berdasarkan identitasrnya tersebut. Pada TCP/IP identitas tersebut dinamakan port. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah UDP, TCP, dan SPX ( Sequence Packet Exchange).

    5.Layer OSI Ke-5 : Session Layer

    Lapisan ini bertugas mengendalikan pola komunikasi antar node. Komunikasi antar node biasanya dibedakan menjadi :
    -       Simplex
    Satu node berfungsi sebagai pengirim saja dan node lain hanya berfungsi sebagai penerima saja.
    -       Half Duplex
    Beberapa node bisa saling mengirim atau menerima data tetapi secara bergantian.
    -       Full Duplex
    Semua node dapat saling bertukar informasi pada waktu yang bersamaan.
    Proses komunikasi pada lapisan ini dibedakan menjadi tiga fase :
    -       Pembentukan hubungan
    Node menjalin kontak dengan node lain, menyepakati aturan-aturan komunikasinya termasuk protokol apa saja yang digunakan dan menentukan parameter komunikasi yang akan dipakai.
    -       Pemindahan data
    Node-node saling melakukan proses pertukaran data
    -       Pemutusan hubungan
    Setelah proses komunikasi selesai, maka akan melakukan pemutusan komunikasi.
         Lapisan ini dapat menginterupsi session lain, mengendalikan dan memeriksa kelanjutan suatu dialog, mengembalikan sambungan yang terputus karena gangguan. Suatu session akan dipertahankan selama fase pengiriman data. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah RPC (Remote Procedure Call), dan DSP (AppleTalk Data Stream Protocol).

    6.Layer OSI Ke-6 : Presentation Layer

         Lapisan ini bertugas untuk menerjemahkan data yang dikirim maupun yang diterima agar bisa ditampilkan di layar aplikasi. Kode standar yang digunakan pada protocol OSI adalah Abstract Syntax Representation , Revisi I (ASN.1). Pada protocol TCP/IP menggunakan kode standar External Data Reprentation (XDR), yang digunakan dalam Network File System (NFS)

    7.Layer OSI Ke-7 : Application Layer

         Lapisan ini mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pertukaran data atau informasi di antara user, software aplikasi atau perangkat. Lapisan ini merupakan lapisan yang sering berinteraksi dengan manusia. Tiap aplikasi mempunyai protokol yang berbeda,  misanya FTP dan FTAM untuk aplikasi yang berkaitan dengan file, SNMP atau CMIP untuk aplikasi manajemen jaringan, dan sebagainya. Layer ini menyediakan pelayanan aplikasi bagi user, yang digunakan untuk berkomunikasi melalui jaringan, seperti :
    • Web, digunakan untuk browser.
    • E-mail, untuk mengirim mail ke user lain.
    • Telnet, Gopher dsb.
    Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, DNS, TELNET, NFS dan POP3.

         Nah..Itulah definisi atau penjelasan mengenai Standar Komunikasi dan Tugas Osi Layer,semoga artikel ini bisa membantu anda,khususnya yang baru belajar tentang komputer dan jaringan...Terimakasih 

    VoIP~Pengertian-Kebutuhan Perangkat-Cara Kerja||faridteknologi16

    Pengertian VoIP (Voice over Internet Protocol).


         VoIP (Voice over Internet Protocol) adalah Teknologi yang menjadikan media internet untuk bisa melakukan komunikasi suara jarak jauh secara langsung. Sinyal suara analog, seperti yang anda dengar ketika berkomunikasi di telepon diubah menjadi data digital dan dikirimkan melalui jaringan berupa paket-paket data secara real time.

         Dalam komunikasi VoIP, pemakai melakukan hubungan telepon melalui terminal yang berupa PC atau telepon biasa. Dengan bertelepon menggunakan VoIP, banyak keuntungan yang dapat diambil diantaranya adalah dari segi biaya jelas lebih murah dari tarif telepon tradisional, karena jaringan IP bersifat global. Sehingga untuk hubungan Internasionaldapat ditekan hingga 70%. Selain itu, biaya maintenance dapat di tekan karena voicedan data networkterpisah, sehingga IP Phone dapat di tambah, dipindah dan di ubah. Hal ini karena VoIP dapat dipasang di sembarang ethernet dan IP address, tidak seperti telepon konvensional yang harus mempunyai port tersendiri di Sentral atau PBX (Private branch exchange).

    Kebutuhan Perangkat VoIP

        X-Lite : Sebagai softphone untuk memanggil/ menerima telepon
        IP Phone : Sebagai Hardphone untuk memanggil dan menerima telepon
        Briker : Sebagai operating sistem VoIP
        Server : Sebagai pusat pengolahan data pada jaringan VoIP
        Modem : Sebagai koneksi apabila server VoIP ada dijaringan internet

     Perangkat lainnya: 

        HUB/Switch adalah sebuah alat jaringan komputer sebagai central atau pusat untuk membagi koneksi yang saling terhubung dengan port-port lainnya untuk dapat mengkoneksikan sebuah komputer satu dengan komputer lainnya.
        Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain.
        ADSL modem merupakan singkatan dari Asymmetric Digital Subscriber Line, yaitu suatu bentuk teknologi pada komunikasi data yang dapat mentransmisikan data dengan cepat yang tinggi melalui kabel tembaga telepon dan memiliki sifat asimetrik, sifat asimetrik maksudnya bahwa data ditransferkan dengan kecepatan berbeda dari satu sisi ke sisi lainnya.
        VoIP phone Adaptor Konsep dasar penggunaan Circuit Switching yaitu sebuah jalur komunikasi akan dibuka dan dipesan selama terjadi komunikasi. Jalur komunikasi yang ada akhirnya menjadi eklusif dimiliki oleh dua titik yang menggunakannya.

      Konsep Kerja Server Softswitch

         Softswitch merupakan sebuah sistem telekomunikasi masa depan yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan yaitu mampu memberikan layanan triple play sekaligus dimana layanan ini hanya mungkin dilakukan oleh sistem dengan jaringan yang maju seperti teknologi yang berbasisIP. Bagian yang paling kompleks dalam suatu sentral lokal adalah bagian software yang mengatur call processing. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menciptakan suatu alat yang dapat menyambungkan komunikasi suara (voice) dalam bentuk paket maupun circuit. Industri pertelekomunikasian menyimpulkan cara yang terbaik adalah dengan memisahkan fungsi call processing dari fungsi switching secara fisik dan menghubungkan keduanya elaui suatu protocol standar tersendiri.


    Sistem Operasi Open Source dan Closed Source||Materi XI TKJ Semester Gasal

     Sistem Operasi 




         Sistem operasi (bahasa Inggris: operating system ; OS) adalah seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer atau hardware, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak. Sistem operasi adalah jenis yang paling penting dari perangkat lunak sistem dalam sistem komputer. Tanpa sistem operasi, pengguna tidak dapat menjalankan program aplikasi pada komputer mereka, kecuali program aplikasi booting.
    Sistem operasi mempunyai penjadwalan yang sistematis mencakup perhitungan penggunaan memori, pemrosesan data, penyimpanan data, dan sumber daya lainnya.
    Untuk fungsi-fungsi perangkat keras seperti sebagai masukan dan keluaran dan alokasi memori, sistem operasi bertindak sebagai perantara antara program aplikasi dan perangkat keras komputer,

         meskipun kode aplikasi biasanya dieksekusi langsung oleh perangkat keras dan seringkali akan menghubungi OS atau terputus oleh itu. Sistem operasi yang ditemukan pada hampir semua perangkat yang berisi komputer-dari ponsel dan konsol permainan video untuk superkomputer dan server web.
    Contoh sistem operasi modern adalah Linux, Android, iOS, Mac OS X, dan Microsoft Windows.[3]

    Macam-Macam Sistem Operasi

                Sistem Operasi terbagi menjadi dua bagian, ada Sistem Operasi Open Source dan ada juga yang Closed Source berikut :

      1.Sistem Operasi Open Source

     

    • Unix
      Termasuk sistem operasi yang paling awal ada untuk komputer. Merupakan induk dari sistem operasi linux. Unix atau UNIX adalah sebuah sistem operasi komputer yang diawali dari project Multics(Multiplexed Information and Computing Service) pada tahun 1965 yang dilakukan American Telephone and Telegraph AT&T, General Electric (GE), dan Institut Teknologi Massachusetts (MIT), dengan biaya dari Departemen Pertahanan Amerika (Departement of Defence Advenced Research Project, DARPA atau ARPA), UNIX didesain sebagai Sistem operasi yang portable, multi-tasking dan multi-user.
    • BSD (Berkeley Software Distribution)
      Berkeley Software Distribution (BSD) pertama kali dibangun dan dikembangkan oleh Computer System Research Group (CSRG) di University of California at Berkeley (UCB),     BSD pertama kali keluar pada akhir 1977 sebagai paket tambahan dan patch dari AT&T UNIX versi 6, yang mana waktu itu beroperasi pada mesin PDP-11 minicomputer.
      BSD dibuat, dikembangkan, dan digunakan secara “Bebas” sebagai perlawanan terhadap lisensi UNIX yang dimiliki oleh AT&T dan oleh
      karena itu BSD mempunyai lisensi tersendiri yang memungkinkan setiap orang bebas melakukan pengembangan, dan menggunakan kode sumber BSD. Pada tahun 1993, versi 4.4BSD dirilis sebagai sebuah Sistem Operasi yang utuh.
    • MINIX
      Minix adalah sebuah sistem operasi keturunan UNIX yang bersifat open-source, yang dibuat berdasarkan arsitektur microkernel. Kernel sistem operasi ini dibuat oleh seorang profesor di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda yang bernama Andrew Stuart Tanenbaum yang pada awalnya ditujukan untuk tujuan edukasional. Minix juga menjadi inspirasi bagi Linus Torvalds untuk membuat kernel Linux.
    • Sun Solaris adalah salah satu UNIX yang paling dikenal dunia. Solaris dibuat oleh Sun Microsystem. Solaris berjalah pada high−end hardware yang dapat mendukung puluhan processor, GB RAM, serta harddisk. Ia banyak digunakan sebagai platform oleh aplikasi enterprise, seperti Oracle. Solaris didesain untuk berjalan pada processor SPARC yang diproduksi oleh SUN. Karena SUN mengontrol sendiri hardware dan software, mereka dapat mengembangkan system dengan fitur2 menarik, seperti, hot-swappable RAM, mainboard, harddisk, CPU.Dan masih banyak lagi.
    • GNU Linux adalah sebuah kloning UNIX, ditulis benar-benar dari bawah lebih dari satu dekade lalu. Linux sama dengan BSD dalam banyak hal, namun BSD telah mempunyai budaya yang telah lama, serta lebih ramah terhadap dunia komersial. Sistem Operasi ini dibuat oleh Linus Torvald dan berkembang sedemikian cepatnya sehingga hampir bisa melampaui jumlah pengguna Windows di dunia. Linux bisa didapatkan dalam berbagai distribusi (sering disebut Distro). Distro adalah bundel dari kernel Linux, beserta sistem dasar linux, program instalasi, tools basic, dan program-program lain yang bermanfaat sesuai dengan tujuan pembuatan distro. Dan masih banyak lagi.  

    Kelebihan Open Source    

         Software open source umumnya dikembangkan oleh sebuah lembaga maupun komunitas yang telah ahli dibidangnya secara bersama, sehingga ketika ditemukan sebuah masalah dapat dengan cepat terselesaikan. Jadi apabila komunitas ini tergolong pemula masalah yang dijumpai dapat segera terselesaikan. Kelebihan open source selanjutnya dapat dilihat dari fitur yang dimiliki.

    Banyak fitur kompleks yang memiliki kemampuan baik didalamnya. Tentu hal ini sangatlah menguntungkan. Belum cukup sampai disini ternyata point plus dari software ini adalah berlisensi GPL. Software open source telah berlisensi General Public Licence atau GPL, sehingga pengguna tidak dikenakan biaya untuk software tersebut. Beberapa program berbasis open source ini seperti sistem linux (OS) untuk komputer, seperti debian, mint, slackware dan sebagainya.

    Kekurangan Open Source

         Dibalik pengertian open source yang memiliki beragam kelebihan tersebut, terdapat kelemahan yang ada didalamnya. Kekurangan open source yang pertama adalah tampilan dari software ini cenderung rumit, sehingga cukup menyulitkan bagi para pemula untuk dapat mempelajarinya. Bahkan para pemula sering kali menemukan kesulitan dalam instalasi serta penggunaan software open souce tersebut.

    Tentu itu semua disebabkan karena tampilannya yang cukup rumit. Bahkan kelemahan lainnya terdapat dari sektor kinerjanya. Beberapa software open source memiliki kinerja yang kurang baik, bahkan tidak lebih baik dari software close source.

     2. Sistem operasi closed source.

     

             Close Source adalah sebuah Source Coden yang tidak di bagikan kepada umum, sehingga hanya beberapa orang yang dapat mengatur/mengubah Source Coden yang telah di buat (Orang-orang yang sudah di percaya oleh penyedia Close Source).

    Contoh sistem operasi closed source

    • Windows.
         Microsoft Windows atau yang lebih dikenal dengan sebutan Windows adalah keluarga sistem operasi. yang dikembangkan oleh Microsoft, dengan menggunakan antarmuka pengguna grafis.
         Sistem operasi Windows telah berevolusi dari MS-DOS, sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks dan command-line. Windows versi pertama, Windows Graphic Environment 1.0 pertama kali diperkenalkan pada 10 November 1983, tetapi baru keluar pasar pada bulan November tahun 1985, yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer dengan tampilan bergambar. Windows 1.0 merupakan perangkat lunak 16-bit tambahan (bukan merupakan sistem operasi) yang berjalan di atas MS-DOS (dan beberapa varian dari MS-DOS), sehingga ia tidak akan dapat berjalan tanpa adanya sistem operasi DOS. Versi 2.x, versi 3.x juga sama. Beberapa versi terakhir dari Windows (dimulai dari versi 4.0 dan Windows NT 3.1) merupakan sistem operasi mandiri yang tidak lagi bergantung kepada sistem operasi MS-DOS. Microsoft Windows kemudian bisa berkembang dan dapat menguasai penggunaan sistem operasi hingga mencapai 90%.   seperti windows 98, windows 2000, windowsXP, WIndows Vista,windows7,windows 8,dll...

    • SYMBIAN.
        Symbian OS adalah sistem operasi tak bebas yang dikembangkan oleh Symbian Ltd. yang dirancang untuk digunakan peralatan bergerak (mobile).
          Sebelum Nokia mengumumkan pembelian seluruh sisa saham Symbian Ltd. yang tidak dimilikinya pada 24 Juni 2008,[1] Symbian dimiliki Nokia (47,9%), Ericsson (15,6%), Panasonic (10,5%), Samsung (4,5%), Siemens/BenQ (8,4%), Sony Ericsson (13,1%). Versi Symbian yang terbaru adalah Symbian ^3 dengan PR 02 yang disebut symbian belle. Sedangkan ponsel yang paling banyak beredar saat ini menggunakan Symbian OS v6.1s, v7.0s, RV 47 75, v8.OS,v9.1s dan s60 v5.
         Sekarang keseluruhan saham di symbian limited telah dimiliki oleh nokia dan posisi sistem operasi symbian sebagai penguasa pasar sistem operasi bergerak telah direbut oleh sistem operasi buatan google yaitu sistem operasi android yang meluncur pada akhir tahun 2009 dengan ponsel pertamanya htc dreaam g1.vendor ponsel seperti samsung,lg,sony ericsson sekarang tidak laagi menggunakan sistem oprasi symbian dan menyatakan berhenti mendukung sistem operasi ini.
         Saat ini Symbian OS  telah banyak digunakan oleh berbagai vendor produk peralatan komunikasi mobile pada berbagai jenis produk mereka yang bervariasi.

    • MacOS(Macintosh).
        Mac OS adalah singkatan dari Macintosh Operating System. Mac OS adalah sistem operasi komputer yang dibuat oleh Apple Computer khusus untuk komputer Macintosh dan tidak kompatibel dengan PC berbasis IBM. Diperkenalkan pada tahun 1984, Mac OS sejak tahun 2006 telah memiliki kompatibilitas dengan arsitektur PowerPC maupun x86.   
         sistem ini pertama kali dikeluarkan pada tahun 2001.
     

    • iOS.
        iOS (sebelumnya iPhone OS) adalah sistem operasi perangkat bergerak yang dikembangkan dan didistribusikan oleh Apple Inc. Sistem operasi ini pertama diluncurkan tahun 2007 untuk iPhone dan iPod Touch, dan telah dikembangkan untuk mendukung perangkat Apple lainnya seperti iPad dan Apple TV. Tidak seperti Windows Phone (Windows CE) Microsoft dan Android Google, Apple tidak melisensikan iOS untuk diinstal di perangkat keras non-Apple. Pada 12 September 2012, App Store Apple berisi lebih dari 700.000 aplikasi iOS, yang secara kolektif telah diunduh lebih dari 30 miliar kali.
         iOS diturunkan dari OS X, yang memiliki fondasi Darwin dan karena itu iOS merupakan sistem operasi Unix. iOS adalah versi bergerak dari sistem operasi OS X yang dipakai di komputer-komputer Apple.

     Keuntungan/Kelebihan Close Source

    •     Kestablian sistem terjamin
    •     Support/dukungan langsung dari pemilik program
    •     Lebih mudah digunakan.

    Kerugian/Kekurangan Close Source

    •     Celah yang terbuka
    •     Adanya lisensi yang mengharuskan pengguna menyediakan dana
    •     Pengembangan terbatas
    •     Diperlukan antivirus
    •     Harga lisensi mahal.

     

    Kesimpulan

         Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan, Sistem operasi adalah software yang berfungsi untuk mengaktifkan seluruh perangkat yang terpasang pada komputer sehingga masing-masingnya dapat saling berkomunikasi. Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi.

    Nah..Itulah definisi atau penjelasan mengenai Sistem Operasi Open Source dan Closed Source,semoga artikel ini bisa membantu anda,khususnya yang baru belajar tentang komputer dan jaringan...THANKS